Pengertian Binance Smart Chain, Teknologi Blockchain Besutan Binance dengan Smart Contract

Pengertian Binance Smart Chain, Teknologi Blockchain Besutan Binance dengan Smart Contract

Pengertian Binance Smart Chain memang lagi banyak dicari belakang ini. Bagaimana tidak, sepanjang tahun 2021, nama BNB melejit dan menduduki posisi pertama top Binance smart chain tokens oleh Market Capitalization. Saat ini, kapitalisasi pasar BNB telah mencapai US$49,63 miliar dan berada di peringkat keempat untuk cryptocurrency paling populer sejagat.

Bicara soal Binance Coin atau BNB, tentu Anda juga akan mengenal “rumah” BNB yaitu Binance Smart Chain (BSC). Binance Smart Chain ini merupakan teknologi blockchain milik Binance yang mengiringi kinerja Binance Chain. Seperti apa pengertian Binance Smart Chain lebih detailnya? Simak terus ya.

Pengertian Binance Smart Chain

Pengertian Binance Smart Chain akan kita pahami  bersama melalui pembahasan berikut. Sebelumnya, perlu Anda pahami pentingnya memperhatikan perkembangan blockchain ini karena segala hal yang terjadi didalamnya, akan berpengaruh terhadap permintaan BNB dan pergerakan harganya.

Seperti yang telah penulis singgung, BSC bersama dengan Binance Chain(BC) berjalan beriringan dalam jaringan Binance. Mengapa harus menggunakan dua rantai blockchain? Tidakkah satu saja cukup?

Ternyata, awal mula sebelum dua rantai blockchain ini ada, Binance Chain sudah lebih dulu rilis pada April 2019 lalu sebagai blockchain Binance yang berfungsi memfasilitasi trading cryptocurrency dengan cepat dan terdesentralisasi. Binance DEX adalah salah satu dApps yang dibangun di atas Binance Chain. Platform ini dikenal sebagai exchange kripto terdesentralisasi populer kala itu.

Namun, lambat laun banyak pengguna merasa BC memiliki banyak kelemahan, salah satunya terkait fleksibilitas. Memang, tujuan Binance Chain untuk membantu pengguna bisa trading dengan cepat. Namun, fokus tersebut menyebabkan blockchain ini tidak fleksibel seperti blockchain lain dengan teknologi smart contract.

Bagaimana jika Binance Chain memasang teknologi smart contract untuk menyelesaikan masalah fleksibilitas? Bisa saja, namun akan berdampak pada kecepatan transaksi yang kian melambat. Hal ini tentu saja akan menurunkan pamor BC sebagai jaringan blockchain dengan transaksi tercepat.

Oleh sebab itu, Binance meluncurkan BSC yang berisi teknologi smart contract sebagai blockchain kedua dalam Binance. Dengan demikian, pengguna bisa mendapatkan fasilitas transaksi cepat di BC sekaligus teknologi smart contract di BSC.

Sekali lagi, kedua blockchain ini bekerja secara beriringan yang saling mendukung satu sama lain, bukan teknologi dua lapis. Manfaat kedua jaringan ini sangat terasa ketika salah satu blockchain mati total, maka salah satu masih bisa menghandle transaksi yang berlangsung.

Fungsi Binance Smart Chain

Pengertian Binance Smart Chain, Teknologi Blockchain Besutan Binance dengan Smart Contract

Seperti halnya blockchain berbasis smart contract lainnya, BSC dapat menjadi basis untuk mengembangkan aplikasi terdesentralisasi. Bahkan, teknologi ini sangat kompatibel karena bisa menerjemahkan smart contract dalam instruksi yang bisa dipahami komputer.

Menariknya lagi, BSC juga bisa membantu pengguna Binance supaya dapat mengatur digital aset secara cross-chain dengan delay rendah dan kapasitas besar. Pada intinya, kehadiran BSC menjadi magnet tersendiri bagi Binance untuk memperkaya ekosistem yang sudah lebih dikenal karena kecepatan waktu transaksinya.

Hubungan antara Binance Smart Chain dengan Harga BNB

Hubungan antara Binance Smart Chain dengan Harga BNB
Hubungan antara Binance Smart Chain dengan Harga BNB

BSC memiliki koin native berupa Binance Coin (BNB). Baca artikel pengertian Binance untuk mengetahui apa itu BNB ya. Koin ini berfungsi menjaga security system blockchain BSC dengan algoritma Proof of Stake. Perlu Anda ketahui, adanya algoritma ini menuntut pengguna untuk memiliki koin BNB guna memvalidasi setiap transaksi yang akan ditambahkan dalam blockchain BSC. Tidak hanya itu, BNB juga berfungsi sebagai alat pembayaran biaya transaksi semua kegiatan di teknologi ini.

Lantas, apa keterkaitan antara BSC dengan harga BNB?

Sudah jelas, salah satu faktor penyebab kenaikan harga adalah jumlah permintaannya. Semakin banyak permintaannya, maka harga barang semakin melonjak dengan asumsi suplai tetap. Begitu pula pada harga BNB. Salah satu hal yang mendorong permintaan koin ini adalah penggunaanya di BSC. Apabila semakin banyak pengembang masuk ke BSC, maka permintaan BNB juga kian meningkat. Alhasil, harga BNB di masa depan akan semakin melejit. Meski demikian, mekanisme coin burning akan berperan dalam membantu kestabilan harga BNB di masa depan nantinya.

Prospek BNB untuk Investasi Jangka Panjang atau Long Term

Terhitung dari awal tahun 2021, harga BNB memang sempat meroket hingga 1.767,38% dalam lima bulan per tanggal 10 Mei 2021 lalu. Hal ini menunjukkan, banyaknya pengembang yang hijrah dari blockchain Ethereum ke BSC karena proses yang lebih cepat, biaya transaksi yang lebih murah, dan diskon gas fees. Tak heran, blockchain ini sangat diperhitungkan potensinya di masa depan dan investasi jangka panjang.

Selain itu, ada beberapa alasan lain mengapa BNB berprospek kedepannya, diantaranya karena Binance Coin menjadi salah satu token utilitas terbaik, salah satu aset kripto populer, dan memiliki sirkulasi transaksi yang kencang. Bagaimana dengan Anda? Tertarikkah untuk menggenggam BNB saat ini?