Pengalaman Telat Bayar Home Credit, Kena Denda Berapa?

Pengalaman telat bayar Home Credit memang tidak mengenakkan. Namun, pengalaman semacam ini bukan tidak boleh disebarkan secara luas untuk diambil pelajaran di dalamnya.

Di era serba digital seperti sekarang ini memang semua hal bisa dilakukan secara online, termasik perihal pinjaman uang. Home Credit merupakan salah satu perusahaan yang menawarkan jasa pembiayaan multiguna bagi nasabahnya. Melalui platform ini, masyarakat atau calon nasabah dapat mengajukan pinjaman tanpa jaminan dan cukup pakai aplikasi online.

Selain praktis dan efektif, Home Credit juga memberikan penawaran menarik berupa pemberian pinjaman dengan plafon Rp 3 juta, Rp 5 juta, Rp 10 juta hingga Rp 15 juta dengan tenor maksimal 42 bulan. Tentunya, nasabah yang mengajukan pinjaman harus disiplin membayar tagihan sesuai ketentuan yang berlaku.

Jika sampai telat bayar, akan ada konsekuensi yang didapatkannya, dan itu dapat merugikannya. Berikut ini kami bagikan pengalaman telat bayar Home Credit, termasuk besaran denda yang harus ditanggung nasabah.

Mengenal Home Credit Lebih Dekat

Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa pembiayaan multiguna, Home Credit kini mulai tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Home credit dikenal baik sebagai perusahaan yang memberikan layanan pembiayaan secara online maupun offline.

Beberapa jenis pembiayaan yang ditawarkan Home Credit antara lain sebagai berikut:

  • Pembiayaan toko, pembiayaan ini dilakukan secara non-tunai langsung di tempat untuk pembelian berbagai produk peralatan rumah tangga, handphone, furnitur hingga barang elektronik.
  • Pembiayaan multiguna, pembiayaan dalam hal biaya pendidikan, renovasi rumah hingga
  • Kartu kredit, produk pembiayaan terbaru yang sangat membatu nasabah ini merupakan bagian dari fasilitas kredit belanja dengan cashback 5 persen hingga Rp 000 setiap bulannya untuk semua transaksi yang dilakukan di minimasket, supermarket maupun transaksi belanja online.

Denda Keterlambatan Bayar Home Credit

Pengalaman telat bayar Home Credit oleh beberapa orang menuturkan bahwa terdapat sejumlah denda yang harus ditanggung jika mengalami keterlambatan bayar tagihan. Kisaran jumlah denda yang harus dibayarkan disesuaikan dengan jumlah hari keterlambatan.

Also Read :
[NEW] How Can i Get Cash for Gift Cards Immediately

Sehingga, semakin lama nasabah telat bayar tagihan maka semakin besar pula nominal denda yang harus dibayarkan. Berikut adalah besaran denda akibat telat bayar Home Credit yang perlu Anda ketahui.

1. Denda Terlambat 5 Hari

Home Credit memberlakukan penambahan biaya denda bagi nasabah yang telat bayar tagihan selama 5 hari dari tanggal jatuh tempo. Denda 5 hari dari tanggal jatuh tempo yang harus dibayarkan nasabah yakni sebesar Rp 50.000.

Denda tersebut secara otomatis akan ditambahkan ke dalam total angsuran yang harus dibayarkan. Jika tidak lekas dibayar, jumlah tagihan kian bertambah banyak. Oleh karenaya, segera lakukan pembayaran tagihan Home Credit ya.

2. Denda Terlambat 30 Hari

Apabila hingga 30 hari dari tanggal jatuh tempo nasabah belum juga melakukan pembayaran tagihab, maka denda yang harus dibayarkan akan semakin meningkat. Denda yang dimaksud ialah sebesar Rp 75.000.

Nah, pastinya total tagihan yang harus dibayarkan nasabah lebih besar bukan? Dengan adanya denda tambahan itu, jumlah denda seluruhnya menjadi Rp 125.000.

3. Denda Terlambat 50 Hari

Berdasarkan pengalaman telat bayar Home Credit yang dialami seorang nasabah, terlambat bayar tagihan hingga 50 hari akan dikenakan denda tambahan sebesar Rp 150.000. Angka ini, tentunya, sangat besar dan memberatkan bagi nasabah yang menunggak tagihan Home Credit.

pengalaman telat bayar home credit

Jadi, total denda yang harus dibayarkan nasabah apabila hingga 50 hari gagal melakukan pembayaran tagihan yakni sebesar Rp 275.000. Pastikan tidak sampai telat bayar tagihan agar jumlahnya tidak membengkak sebesar itu!

4. Denda Terlambat 90 Hari

Bagaimana jika nasabah telat bayar tagihan Home Credit selama 90 hari? Nasabah akan menanggung denda tambahan Rp 175.000.

Jadi, jika dihitung seluruh denda yang ditanggungnya mencapai Rp 450.000. Ini termasuk nilai yang sangat besar untuk ukuran denda lho. Denda ini pun akan terus bertambah ketika Anda tetap tidak membayarkan tagihan. Jika diteruskan seperti ini, bisa-bisa jumlah denda yang ditanggung nasabah lebih besar dari jumlah pinjaman yang didapatkan.

Pengalaman Telat Bayar Home Credit

Banyak nasabah yang memiliki pengalaman telat bayar Home Credit, yang (tentunya) ceritanya berbeda-beda. Namun, kejadian yang sering terjadi ketika tidak bisa membayar tagihan Home Credit tepat waktu adalah mendapatkan teror dan tindakan yang kurang menyenangkan.

Also Read :
[NEW] How to Unblock People on Cash App

Ada salah satu nasabah Home Credit yang mengadukan ‘aksi’ yang dilakukan pihak Home Crdit kepadanya. Nasabah itu menuliskan komentar di salah satu platform di internet sebagai pengaduan terhadap perlakuan yang diterimanya. Nasabah itu bernama Aditya Wisnu.

Aditya Wisnu, belum lama ini, menjelaskan runtutan peristiwa yang dialaminya ketika telat membayarkan tagihan Home Credit.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, Aditya menuturkan dirinya terkendala dalam pembayaran tagihan. Dia telah melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada customer service terkait keterlambatan pembayaran dan kesiapan untuk membayarkan tagihan beserta dendanya secara sekaligus di bulan berikutnya.

Penagihan oleh debt collector terhadap nasabah ini dirasa seperti teror yang berkepanjangan. Bagaimana tidak, Aditya mendapatkan spam telepon 80 kali dalam sehari dan juga didatangi langsung oleh debt collector sebanyak 5 kali. Hal tersebut cukup meresahkan dan kurang sesuai dengan prosedur yang ada mengingat dirinya telah melakukan konfirmasi kepada customer service.

Sebenarnya, Aditya sudah sesuai aturan dan memang sah dilakukan oleh seorang konsumen. Sayangnya, apa yang dilakukannya itu masih belum mendapat respons yang baik. Sehingga berujung pada penagihan utang yang meresahkan.

Apa Pelajaran yang Bisa Diambil?

Dilihat dari pengalaman tersebut, bisa dikatakan antara satu debt collector dengan debt collector lainnya seperti tidak terjalin komunikasi yang baik. Sehingga, akan percuma ketika nasabah menjelaskan bahwa dirinya akan membayarkan semua tagihan pada bulan berikutnya kepada salah satu debt collector. Sedangkan debt collector yang lain tidak mendapatkan informasi yang sama. Ini-lah mengapa teror telepon dan penagihan secara langsung akan terus terjadi.

Aditya juga menuturkan kondisi saat debt collector menyambangi rumahnya dengan kondisi yang tidak sepatutnya. Yakni, para debt collector menagih utang tanpa mengindahkan protokol kesehatan ketat, padahal saat itu diterapkan PSBB.

Dari pengalaman Aditya itu, nasabah lainnya diharapkan lebih berhati-hati untuk melakukan pinjaman online, terutama jangan sampai telat bayar tagihan. Jika tidak, bisa jadi akan mendapatkan nasib yang sama seperti apa yang dialami oleh Aditya.

Itulah pengalaman telat bayar Home Credit yang mungkin bisa Anda ambil hikmah dan dijadikan pembelajaran. Perusahaan pembiayaan memang merupakan solusi buat Anda yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Namun, sebelum memutuskan untuk melakukan pinjaman online, pelajari dan cari informasi sebanyak-banyaknya terkait perusahaan pembiayaan yang akan Anda pilih berikut ketentuan yang berlaku. Jangan sampai hanya ingin untung di awal, tapi menyesal di akhir.