Perbedaan Reksadana dan Saham

Pahami Perbedaan Reksadana dan Saham secara Lengkap Sebagai Instrumen Investasi

Ada banyak sekali instrumen yang bisa digunakan untuk melakukan investasi dan mendapatkan penghasilan secara pasif, di antaranya adalah Saham dan Reksadana. Namun, memilih instrumen saham yang tepat sesuai dengan profilnya ternyata tidak mudah. Bahkan kenyataannya banyak juga yang bingung dengan perbedaan reksadana dan saham. Oleh sebab itu, simak artikel ini hingga akhir.

Pengertian Reksadana

Reksadana bisa diartikan sebagai sebuah wadah atau pola pengelolaan modal dari dua atau lebih investor. Para investor tersebut membuat sebuah wadah untuk berinvestasi ke dalam berbagai jenis instrumen investasi. Instrumen-instrumen investasi yang dituju ini adalah segala jenis instrumen yang ada di pasar modal.

Investor tersebut kemudian mengumpulkan dana untuk dijadikan investasi pada instrumen-instrumen tertentu. Namun, bukan sekumpulan investor tersebut yang akan mengelola dana investasi termasuk memilihkan instrumen investasinya, melainkan seorang Manajer Investasi. Manajer Investasi inilah yang kemudian bertugas mengelola dana investor dan diinvestasikan sesuai dengan portofolio investasinya. Ia juga bertugas untuk memilih instrumen apa yang tepat untuk dijadikan investasi.

Baca Juga : Aplikasi Saham Online Terbaik untuk Android

Reksadana ini tergolong ke dalam jenis investasi jangka menengah dan jangka panjang. Ada banyak manfaat yang bisa diambil oleh para investor ketika menjadikan reksadana sebagai alat investasi. Manfaat yang paling tampak adalah pengelolaan portofolio investasi yang dikelola oleh Manajer Investasi. Dengan Manajer Investasi yang profesional, para investor tak perlu repot melakukan riset secara mandiri.

Selain itu, reksadana yang bisa juga disebut modal patungan ini berkaitan dengan banyak investor, sehingga biaya investasi antara investor menjadi lebih ringan. Biaya transaksi reksadana di bursa sendiri lebih ringan bila dibandingkan dengan investor-investor mandiri. Reksadana sendiri memiliki risiko yang lebih kecil, karena dana investasinya bisa disebar ke beberapa instrumen investasi.

Pengertian Saham

Bila reksadana dirasa kurang begitu populer, lain halnya dengan saham. Saham dinilai lebih populer dan lebih banyak dibahas, sehingga sudah semakin banyak orang yang memahami tentang saham. Saham disebut juga sebagai salah satu instrumen investasi berupa bukti kepemilikan sebuah perusahaan yang dibuktikan dengan adanya surat saham.

Menerbitkan saham sendiri menjadi salah satu cara perusahaan saat membutuhkan tambahan modal atau pendanaan bagi operasional perusahaan. Disisi lain investasi dengan saham sendiri sangat menarik bagi para investor. Oleh sebab itu, investasi dengan metode saham ini menjadi sudah sangat populer dan menjadi instrumen yang banyak diminati oleh masyarakat.

Dalam aturan kepemilikan saham di Indonesia, investor wajib memiliki setidaknya 100 lembar saham atau umumnya dikenal dengan 1 lot. Masyarakat yang membeli saham ini bisa mendapatkan keuntungan berupa capital gain dan dividen. Capital Gain merupakan sebuah keuntungan sebesar-besarnya yang bisa didapatkan oleh seorang investor dengan cara menjual kepemilikan atas investasi atau dalam hal ini adalah kepemilikan saham.

Investor bisa memperjualbelikan kepemilikan sahamnya di suatu perusahaan untuk mendapatkan keuntungan melalui bursa efek. Ada juga keuntungan yang bisa didapatkan dengan menanamkan modal berupa saham yakni mendapatkan dividen. Dividen adalah pembagian laba yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham. Besar dividen ini dibagikan sesuai dengan banyaknya saham yang dimiliki oleh pemegang saham tersebut.

Perbedaan Reksadana dan Saham

2 2

Secara sepintas, Reksadana dan Saham memang tidak tampak berbeda. Keduanya merupakan sebuah instrumen investasi yang sangat menjanjikan. Namun, sejatinya ada beberapa perbedaan antara Reksadana dan Saham. Agar lebih jelas, berikut ini adalah beberapa perbedaan Reksadana dan Saham yang dibahas.

1. Perantara

Perbedaan Reksadana dan Saham yang pertama dan tampak nyata adalah perantara dalam melakukan investasi. Investasi menggunakan metode saham menuntut seorang investor untuk membeli saham perusahaan secara mandiri. Meskipun, sebetulnya ada juga beberapa perusahaan sekuritas yang juga merangkap sebagai agen atau perantara dalam jual beli saham.

Namun, tugas perantara maupun agen ini sebatas hanya untuk menjual maupun membeli saham. Sementara riset dan analisis terkait untung ruginya, tetap dilakukan oleh para investor secara mandiri. Berbeda dengan Reksadana yang memiliki Manajer Investasi yang memiliki tugas tidak cuma untuk berjual-beli, tetapi juga melakukan analisis untung ruginya, termasuk menentukan jenis instrumen yang tepat untuk berinvestasi.

2. Imbal

Dari yang telah dijelaskan, keuntungan yang didapatkan oleh seorang pemegang saham ada dua yakni Dividen dan Capital Gain. Dividen akan diberikan oleh perusahaan setahun sekali dengan pertimbangan pada Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS. Sementara Capital Gain didapatkan melalui transaksi jual beli saham oleh para investor. Kedua keuntungan ini bisa langsung masuk ke dalam rekening yang ada pada Bank Kustodian yang dimiliki investor.

Meski sama-sama mendapatkan dividen, tetapi dalam Reksadana, dividen yang didapatkan akan secara otomatis di investasi oleh Manajer Investasi. Sehingga dalam portofolio Reksadana, nantinya akan terlihat bahwa Nilai Aktiva Bersih dari Reksadana tersebut semakin besar. Sehingga investor yang tergabung dalam Reksadana akan memiliki kekayaan dalam bentuk Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan Reksadana yang semakin meningkat.

3. Risiko

Perbedaan Reksadana dan Saham berikutnya adalah berkaitan dengan risiko. Setiap instrumen investasi yang ada pasti memiliki resiko masing-masing, tak terkecuali Reksadana maupun Saham. Namun, perbedaan risiko menjadi perbedaan antara Reksadana dan Saham yang paling terlihat nyata. Saham merupakan jenis investasi yang harus dilakukan secara mandiri, sehingga setiap keputusan baik maupun buruk menjadi risiko investor sendiri.

Lain halnya dengan Reksadana yang memiliki Manajer Investasi yang sudah profesional. Manajer Investasi akan melakukan pengelolaan investasi dengan baik untuk mencegah resiko terburuk menimpa para investor. Namun, bukan berarti dengan memegang saham maka resikonya lebih besar dibanding reksadana, karena dengan perhitungan yang cermat tetap bisa meraih kemungkinan risiko terkecil.

4. Pembukaan Rekening

Perbedaan Reksadana dan Saham juga bisa terlihat dari cara pembukaan rekening dan metode penanaman modal. Kedua jenis instrumen ini sama-sama memerlukan bank kustodian sebagai tempat pembukaan rekening. Namun perbedaannya, pada investor yang akan melakukan pembelian saham setidaknya harus memiliki nominal yang sama dengan harga 1 lot saham yang diincar.

Oleh sebab itu, bila seorang investor masih belum bisa membeli saham sebanyak 1 lot, ia tetap bisa menabung di bank kustodian hingga rekeningnya sesuai dengan harga 1 lot saham sebuah perusahaan. Namun, Reksadana tidak memiliki batasan tersebut. Dengan modal berapapun, seorang investor tetap bisa bergabung sesuai dengan produk reksadana yang diberlakukan oleh Manajer Investasi.

5. Pajak

Perbedaan terakhir antara Reksadana dan Saham adalah terkait pemungutan pajak atas dividen yang didapatkan. Bila seorang investor melakukan investasi dalam bentuk saham dan menerima dividen atas sahamnya tersebut, akan ada pajak sebesar 10% yang secara otomatis akan terpotong bersamaan dengan pembayaran dividen kepada investor tersebut.

Namun, pada Reksadana, dividen yang diperoleh oleh investor tidak tergolong ke dalam objek pajak. Sehingga dividen dari produk Reksadana tidak akan dikenai pajak. Meski begitu, kekayaan dalam bentuk investasi di kedua instrumen ini tetap harus dilaporkan dalam SPT Tahunan sebagai seorang wajib pajak.

Perbedaan Reksadana dan Saham tentu wajib dipahami terlebih dahulu oleh setiap calon investor. Dengan memahami perbedaan antara keduanya, calon investor akan dapat memilih instrumen investasi yang paling tepat bagi dirinya.

Leave a Reply