Kriteria Ketuntasan Minimal, Pengertian dan Fungsinya

Kriteria Ketuntasan Minimal, Pengertian dan Fungsinya. Dalam kurikulum 2013 Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM merupakan komponen penting yang dijadikan acuan penilaian.

KKM juga menjadi acuan bersama antara murid, orang tua atau wali murid, dan tentu saja guru. Di mana nilai KKM akan dicantumkan pada Laporan Hasil Belajar Peserta Didik tersebut.

Dengan demikian, KKM bisa dikatakan sebagai kriteria paling rendah, untuk menyatakan bahwa peserta didik sudah mencapai ketuntasan belajarnya atau Kriteria Ketuntasan Belajar (KKB).

Untuk penetapan KKM sendiri dilakukan di awal tahun pembelajaran dilangsungkan. Dan ini dilakukan berdasarkan hasil Musyawarah Guru Mata Pelajaran, di satuan pendidikan atau pun di beberapa satuan pendidikan, yang karakteristiknya serupa.

Secara akademis, pertimbangan guru maupun forum MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) akan menjadi pertimbangan yang utama, dalam penetapan KKM. Nilai indikator yang ditetapkan dalam sebuah kompetensi dinyatakan dengan angka dari rentang nilai 0 (nol) hingga 100 (seratus).

Seratus (100) adalah nilai yang ideal, oleh karena itu, target ketuntasan belajar diharapkan minimal mencapai 75 dan ini berlaku secara nasional. Kemudian apabila satuan pendidikan memulai Kriteria Ketuntasan Minimal di bawah target, maka secara bertahap harus ditingkatkan agar mencapai nilai KKM nasional.

Pada dasarnya KKM ditetapkan oleh satuan pendidikan dengan memerhatikan, beberapa hal di bawah ini:

  • Intake (kemampuan rata-rata peserta didik)
  • Kompleksitas (indikator yang mengidentifikasikan atau sebagai penanda tercapainya kompetensi dasar)
  • Kemampuan daya pendukung (yang berorientasi pada sumber pembelajaran)

kriteria ketuntasan minimal

Fungsi Kriteria Ketuntasan Minimal

 

Kriteria Ketuntasan Minimal memiliki beberapa fungsi, yaitu:

 

1.    Acuan bagi guru dalam memberikan penilaian kompetensi peserta didik

Fungsi KKM yang pertama adalah sebagai acuan bagi guru, dalam memberikan penilaian bagi peserta didik. Pada setiap Kompetensi Dasar (KD) dapat diketahui ketercapaiannya berdasarkan KKM yang telah ditetapkan sebelumnya.

Di sini, guru harus memberikan respon yang tepat terhadap pencapaian kompetensi dasar tersebut. Sehingga akhirnya guru bisa memberikan keputusan apakah diperlukan remedial atau layanan pengayaan atau tidak.

Also Read :
How To Download Live Wallpaper in Pinterest

2.    Acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri guna mengikuti penilaian

Fungsi Kriteria Ketuntasan Minimal yang kedua adalah menjadi acuan bagi peserta didik agar menyiapkan diri, untuk mengikuti penilaian mata pelajaran di sekolah. Perlu diketahui, bahwa peserta didik seharusnya bisa mencapai setiap Kompetensi Dasar serta Indikator yang ditetapkan di dalam KKM tersebut.

Dalam hal ini, maka diharapkan peserta didik akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mengikuti penilaian. Tujuannya jelas, agar nilai KKM yang telah ditetapkan bisa dicapai.

Namun, jika nilai KKM tidak bisa tercapai, maka peserta didik sebaiknya mengikuti Kompetensi Dasar yang belum tuntas tersebut, serta harus melakukan perbaikan.

3.    Komponen evaluasi program pembelajaran sekolah

Berikut ini adalah fungsi KKM yang ketiga. Di mana KKM merupakan bagian atau komponen dari evaluasi program pembelajaran yang dilakukan di sekolah.

Keberhasilan pencapaian KKM akan menunjukkan hasil evaluasi keterlaksanaan program pembelajaran sekolah, serta hasil program kurikulumnya. Dari hasil pencapaian Kompetensi Dasar, selanjutnya perlu dianalisis untuk dipetakan menjadi kompetensi yang sulit atau mudah.

Hasil pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal juga akan digunakan, untuk menentukan cara perbaikan proses pembelajaran, serta pemenuhan sarana prasarana belajar di sekolah tersebut.

 

kriteria ketuntasan minimal

1.    Kontrak pedagogi

Pedagogi atau kerap disebut pedagogik, merupakan suatu ilmu pengetahuan, yang wajib dikuasai oleh tenaga pengajar. Di sini akan dipelajari bagaimana cara membimbing, cara menghadapi, proses pengajaran dan pembelajaran, cara mengelola tempat belajar-mengajar, mengenal organisasi sekolah, hingga cara interaksi guru dan peserta didik.

Fungsi keempat KKM adalah terdapatnya kontrak pedadogi antara guru dengan peserta didik. Juga antara satuan pendidikan dengan masyarakat. Dan keberhasilan pencapaian KKM adalah adanya upaya yang dilakukan bersama dari semua elemen tadi, yaitu guru, peserta didik, orang tua, hingga kepala sekolah.

Di sini, pendidik akan melakukan upaya pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal, dengan memaksimalkan proses pembelajaran serta penilaian. Sementara peserta didik akan mengupayakan dirinya dalam pencapaian KKM. Caranya tentu saja dengan proaktif mengikuti setiap kegiatan pembelajaran, serta mengerjakan tugas yang telah didesain atau diberikan gurunya.

Berikutnya, orang tua turut membantu dengan memberikan motivasi pada peserta didik agar mau mengikuti pembelajaran di sekolah dengan baik. Dan terakhir, yaitu kepala sekolah, akan bertugas berupaya memaksimalkan pemenuhan sarana belajar dan mengajar di sekolah.

Also Read :
10 Merk Baju Terkenal di Indonesia Kekinian dengan Koleksi Terbaru

2.    Target

Fungsi KKM yang kelima yaitu sebagai target dari satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi pada setiap mata pelajaran. Di sini, satuan pendidikan akan berusaha berupaya semaksimal mungkin, agar bisa melampaui KKM yang telah ditetapkan.

Pada akhirnya, keberhasilan pencapaian KKM bisa menjadi tolok ukur kinerja satuan pendidikan. Di sini, satuan pendidikan yang memiliki Kriteria Ketuntasan Minimal yang tinggi, serta mampu melaksanakannya dengan penuh tanggungjawab, bisa menjadi indikator akan kualitas dan mutu pendidikan sekolah tersebut.

 

kriteria ketuntasan minimal

Prinsip Penetapan KKM

Setelah mengetahui apa saja fungsi dari KKM, mari kita mencari tahu apa saja prinsip yang sebaiknya diperhatikan dalam menetapkan KKM tersebut.

1.    Kualitatif dan Kuantitatif

Penetapan KKM dilakukan secara kualitatif yaitu berdasarkan kemampuan akademis peserta didik, serta kuantitatif, dalam hal ini kesepakatan rentang angka.

2.    Rerata indikator

Kriteria Ketuntasan Minimal setiap Kompetensi Dasar adalah rata-rata dari indikator KD.

3.    KKM mata pelajaran

Dalam Laporan Hasil Belajar peserta didik akan dicantumkan KKM mata pelajaran, yang merupakan rata-rata semua KKM Kompetensi Dasar dalam satu semester.

4.    Acuan

Prinsip yang keempat untuk penetapan KKM adalah indikator. Dalam hal ini indikator merupakan acuan dalam pembuatan instrumen penilaian. Setiap indikator akan memerlukan perbedaan nilai KKM itu sendiri.

 

kriteria ketuntasan minimal

Langkah Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal

Selanjutnya langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan untuk penetapan KKM ini, berikut penjelasannya.

  1. Kriteria Ketuntasan Minimal akan ditetapkan oleh pendidik atau kelompok pendidik, dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu intake, kompleksitas, serta daya dukung.
  2. Hasil penetapan KKM yang dilakukan oleh pendidik atau kelompok pendidik mata pelajaran akan disahkan oleh kepala sekolah. Baru kemudian bisa dijadikan patokan bagi guru untuk melakukan penilaian berikutnya.
  3. Selanjutnya KKM yang telah ditetapkan akan disosialisasikan pada pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam hal ini, peserta didik, orang tua, serta dinas pendidikan.
  4. Terakhir, KKM akan dicantumkan dalam LHB (Laporan Hasil Belajar) dan dilaporkan pada orang tua atau wali peserta didik.

Cara menghitung KKM pun tidak mudah, setidaknya dibutuhkan program komputer seperti Microsoft Excel. Karena memang KKM dibuat berdasarkan rumus atau formula khusus KKM. Pada kesempatan lain, kami akan menjelaskan bagaimana melakukan perhitungan dan contohnya.

Demikianlah penjelasan yang cukup ringkas, mengenai Kriteria Ketuntasan Minimal. Setidaknya, pada artikel ini, Anda sudah mengetahui sedikit lebih dalam, apa itu KKM beserta dengan fungsinya. Sehingga yang diharapkan, kita semua tahu bahwa tugas peserta didik, pendidik dan orang tua, memang seharusnya seiring sejalan, agar bisa mendapatkan KKM yang diharapkan semua pihak. Semoga bermanfaat.