6 Kerugian Menggunakan Kredivo, Awas Kalau Telat Bayar!

Di samping mudahnya mendapatkan pinjaman uang, Anda juga harus waspada dengan kerugian menggunakan Kredivo. Banyak orang menganggap bahwa layanan kredit online tanpa kartu kredit seperti Kredivo lebih mudah dan membantu. Faktanya, terdapat beberapa hal yang juga bisa merugikan nasabah.

Kerugian yang dapat dialami nasabah tidak hanya bisa terjadi karena sistem layanannya, tapi juga kurangnya pengetahuan mereka terkait bentuk layanan, batasan hingga risiko menggunakan Kredivo. Tidak sedikit juga yang kurang tahu lebih jauh terkait produk kredit online itu, seperti syarat-syarat dan ketentuan di dalamnya.

Padahal, apabila mau membaca semua syarat dan ketentuan sebelum memutuskan menggunakan pinjaman online ini, nasabah dapat meminimalisir terjadinya kerugian di kemudian hari. Jadi, jangan hanya ingin mendapat uang dengan cepat dan tanpa kartu kredit lantas Anda langkah sembrono!

Kerugian Menggunakan Kredivo

Penting untuk Anda memahami apa saja kerugian menggunakan Kredivo sebelum memutuskan mengajukan pinjaman online di perusahaan fintech ini. Namanya juga rugi, pastinya akan menambah beban dan masalah yang harus Anda selesaikan. Inilah beberapa kerugian yang dapat dialami nasabah Kredivo:

1. Tingkat Suku Bunga Besar

Bukan lagi menjadi rahasia bahwa tingkat suku bunga pinjaman online tidak terkecuali Kredivo lebih besar dibandingkan dengan kredit di bank. Sehingga, total tagihan dan beban utang akan semakin besar.

Jika dilihat lebih dalam, hal tersebut wajar terjadi pada pinjaman online tanpa kartu kredit seperti Kredivo. Tingkat suku bunga yang tinggi dapat terjadi, pertama karena kredit bisa diperoleh tanpa ada DP dan biaya admin.

Kedua, nasabah tidak perlu menyodorkan jaminan atau agunan. Reputasi dan nama baik sudah cukup sebagai ‘agunan kredit’ nasabah.. Selama nasabah tidak memiliki catatan hitam, selama itu pula dia akan mudah mendapatkan persetujuan pinjaman Kredivo. Sebaliknya, jika nasabah memiliki catatan hitam saat melakukan pinjaman online seperti ‘kelabakan’ membayar tagihan, dia akan kesulitan mendapatkan persetujuan pinjaman Kredivo.

kerugian menggunakan kredivo

Hal lain yang membuat tingkat suku bunga besar yakni syarat pengajuan yang terbilang sederhana, cepat dan anti ribet. Semua lapisan masyarakat bahka bisa menggunakan layanan pinjaman ini tanpa syarat yang berbelit-belit.

Also Read :
Tabel Pinjaman Bank Mandiri Terbaru 2022

Ini-lah mengapa pinjaman online tidak terkecuali Kredivo makin diminati banyak orang. Namun, tingkat suku bunga yang tinggi menjadi salah satu konsekuensi yang mereka terima.

Lantas, apakah setiap pengajuan pinjaman online memiliki suku bunga yang sama?

Jelas, jawabannya tidak. Nasabah akan mendapatkan suku bunga dengan tingkatan yang berbeda-beda tergantung pada jenis layanan dan ketentuan yang berlaku. Biasanya, syarat yang lebih mudah, suku bunganya jauh lebih tinggi.

Untuk diketahui, bunga kredit di Kredivo berkisar 2,9 persen per bulan dan 41,74 persen per tahunnya. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan kredit offline. Jadi, jangan gegabah untuk mengambil pinjaman online sebelum benar-benar paham semua ketentuan yang berlaku, terlebih terkait tingkat suku bunga.

2. Jangka Waktu Pelunasan Pendek

Berbeda dengan layanan kredit offline, layanan kredit online seperti Kredivo memberikan penawaran pelunasan dalam jangka waktu yang pendek. Misalnya maksimal 12 bulan.

Jadi, nasabah dapat menentukan pilihan (misalnya) 3, 6, 9 atau 12 bulan untuk menyelesaikan pelunasan. Waktu tersebut terbilang pendek dibandingkan kredit di bank yang bisa dilunasi hingga 24 bulan atau bahkan lebih dari itu.

Pemberian tenggang waktu yang pendek diketahui disesuaikan dengan kriteria nasabah tertarget. Seperti Kredivo yang menyasar nasabah untuk memenuhi kebutuhan pembelian barang yang harganya relatif murah.

3. Hanya Berlaku di Wilayah Tertentu

Ketahuilah, layanan pinjaman Kredivo hingga saat ini masih terbatas pada wilayah tertentu di Indonesia. Kredivo belum membuka layanan selain untuk nasabah yang berdomisili di kota-kota besar di Indonesia.

Jadi, nasabah dengan jangkauan lokasi yang jauh dari pusat kota besar di Indonesia tentu belum bisa membeli barang dengan kredit via Kredivo.

4. Denda saat Telat Bayar

Semua layanan kredit baik online maupun offline tentu memiliki strategi sendiri agar nasabah tidak sampai macet melakukan pembayaran tagihan. Salah satu strategi yang cukup populer adalah penerapan denda telat bayar tagihan.

Pemberlakuan denda merupakan bagian kerugian menggunakan Kredivo yang sebaiknya Anda perhatikan. Jangan sampai lalai bayar tagihan agar tanggungan tidak menjadi makin bengkak.

Secara umum, besaran denda yang ditetapkan pinjaman online berkisar antara 3 persen per bulannya. Meskipun terbilang kecil, ketika Anda abai maka denda tersebut bisa menumpuk dan menambah beban tagihan Anda semakin berat.

Also Read :
8+ Tips Atur Keuangan Untuk Masa Tua Anda

Nah, sebaiknya (lagi-lagi kami ingatkan) pikirkan dengan matang sebelum Anda benar-benar melakukan pembelian barang via kredit Kredivo. Sebagai tips, kelola pendapatan Anda dengan baik dan pastikan bahwa Anda memiliki uang yang cukup untuk membayar tagihan Kredivo setiap bulannya saat tanggal jatuh tempo.

5. Memiliki Tim Lapangan

Untuk melancarkan pembayaran para nasabah sehingga tidak berujung macet dan gagal bayar, Kredivo telah memiliki tim lapangan atau debt collector sendiri. Ya, tugas utama debt collector adalah menagih nasabah yang telat bayar cicilan.

Ketika nasabah telat membayar Kredivo, siap-siap  mendapat tagihan dari tim lapangan Kredivo. Ketahuilah, mayoritas nasabah yang telah bayar telah merasakan kerugian menggunakan Kredivo dengan adanya ‘teror’ debt collector. Penagihan akan dilakukan secara bertahap mulai dari pemberitahuan awal via SMS maupun WhatsApp hingga penagihan secara langsung ke rumah nasabah.

Berdasarkan testimoni nasabah yang telat bayar tagihan, mereka kerap merasa terganggu dengan penagihan para debt collector ini. Jangan sampai Anda juga dirugikan dengan ulah para tim lapangan ini hanya gara-gara melakukan kesalahan yang sama, yakni telat bayar tagihan.

6. Semakin Sulit Menahan Diri untuk Tidak Berbelanja

Baik untuk para emak-emak maupun bapak-bapak termasuk muda-mudi, kemudahan mengajukan kredit Kredivo tentunya sangat menggoda, bukan? Dengan Kredivo, Anda bisa berbelanja dan mendapatkan produk incaran Anda tanpa harus membayar langsung dengan jumlah uang yang besar. Apalagi buat Anda yang memiliki pendapatan rutin setiap bulan pastinya kredit Kredivo sangat memudahkan Anda.

Kemudahan membayar cicilan juga secara tidak langsung akan mengubah mindset Anda untuk terus membelanjakan kredit Kredivo itu. Bahkan jika tidak terkelola dengan baik maka akan berujung pada ‘kebablasan belanja’ sehingga terjadilah penumpukan cicilan yang sangat merugikan di kemudian hari.

Mungkin di awal Anda merasa ringan dengan melakukan pembelian secara kredit. Namun, apa jadinya jika suatu waktu Anda tidak lagi memiliki pendapatan tetap? Pikirkan dengan bijak berbagai risiko yang bisa terjadi sebelum Anda gila belanja dengan bantuan layanan Kredivo. Sebab, penyesalan biasanya datang di akhir, bukan di awal.

Itulah enam kerugian menggunakan Kredivo. Sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan kredit online seperti Kredivo alangkah lebih baik jika Anda mengupayakan diri untuk mengumpulkan uang sendiri terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan sekunder. Dengan begitu, Anda tidak akan susah di akhir.

Bukan berarti kami melarang Anda menggunakan Kredivo. Anda boleh kok menggunakannya, tapi (ingat) pahami semua ketentuan yang berlaku agar tidak menyesal di akhir.