Contoh Produksi Massal, Tahapan dan Manfaatnya

by Admin
0 comment

Contoh Produksi Massal-Saat ini di Indonesia khususnya daerah kepulauan Jawa sudah banyak pabrik atau perusahaan beroperasi. Mereka adalah contoh produksi massal yang saat ini sudah marak terjadi, nantinya barang tersebut akan di ekspor ke berbagai belahan dunia. Tentunya dengan harga lebih mahal.

Produksi dalam jumlah besar tersebut tentu tidak bisa memakai tenaga manusia seutuhnya. 50% lebih menggunakan mesin. Hal tersebut tentunya dilakukan demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dari masing-masing pekerja. Ada proses serta tahapan hanya bisa dilakukan oleh mesin.

Produksi massal melibatkan mesin juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kecepatan serta ketepatan produk tersebut. Mengingat kebutuhan dan permintaan terus naik, sehingga mengharuskan perusahaan harus cepat memenuhinya, namun tidak melupakan kontrol kualitas.

Pengertian Dari Produksi Massal

Produksi massal merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan secara berulang dalam membuat produk tertentu dan tentunya jumlahnya banyak. Itulah alasan mengapa produksi massal dilakukan dengan mesin. Memenuhi kebutuhan pasar global tidak bisa jika hanya dengan tenaga manual saja.

Tujuan utama adanya produksi massal tidak hanya untuk pemenuhan pasar global saja, melainkan juga memfasilitasi masyarakat sekitar agar bisa meningkatkan taraf ekonomi mereka ke tingkat lebih tinggi. Mendorong maju dan berkembangnya daerah tersebut karena ada supply dana dari perusahaan .

Tahapan Dari Produksi Massal

Dari uraian kalimat diatas tentunya Anda sudah mengetahui apa itu pengertian dari produksi massal. Sekarang ke urutan selanjutnya, yakni belajar mengenai tahapan apa saja yang dilakukan dalam operasional produksi massal.

  1. Dokumentasi

Dokumentasi perawatan produk atau yang kerap disebut dengan PRD Merupakan tanggung jawab harus dilakukan oleh pemimpin. Namun agar hasilnya maksimal dan sesuai tentu harus melibatkan orang-orang di lapangan, meminta masukan, pendapat, serta persetujuan.

Beberapa langkah dari PRD diantaranya adalah :

  • Metrik Kinerja Spesifik yang harus dipenuhi oleh masing-masing fitur
  • Daftar lengkap fitur yang akan ikut serta dalam produk
  • Perkiraan biaya agar memenuhi target
  • Perkiraan dari volume produksi produk
  • Membuat target dari jadwal lirik produk
  • Terakhir adalah roadmap produk
  1. Validasi Pengujian Teknik

Bagi orang teknik validasi pengujian teknik merupakan bagian menyenangkan. karena disini mereka bisa melakukan cara apapun agar bisa mewujudkan setiap fitur sesuai dengan uraian penjelasan dalam dokumentasi persyaratan produk itu sendiri.

Pada tahap ini akan terlihat sebuah proses pembuktian secara teknis atau manusiawi, tanpa harus menentang  hukum fisika. Nantinya yang digunakan saat perakitan adalah versi final produk. Setiap perusahaan punya kebijakan berbeda dalam hal validasi pengujian teknik.

  1. Validasi Pengujian Desain dan Produksi

Masuk ke tahapan selanjutnya adalah validasi pengujian desain dan produksi. Nantinya akan ada pertunjukan menampilkan nuansa final atau bentuk akhir dari sebuah produk. Disini akan mulai ada pemilihan bahan yang memenuhi syarat seperti bentuk akhir, kesesuain serta estetika.

Kemudian akan dilanjutkan lagi ke tahapan validasi pengujian produksi.  Masuk bagian ini artinya sudah mulai serius dan sangat fokus terhadap langkah apapun yang dilakukan. Pekerja akan memastikan bahwa produk sudah siap produksi dalam jumlah serta volume sesuai target dalam PRD.

  1. Proses Produksi

Terakhir masuk ke dalam proses produksi dimana nantinya barang sudah lulus segala macam validasi dan tester ataupun sampling. Tinggal ke bagian produksi massal sesuai dengan ketentuan jumlah volume yang ditentukan.

Jika sudah masuk ke bagian produksi artinya barang sudah siap edar, dikirim ke berbagai belahan kota dan dunia ke masing-masing pelanggan. Namun jika belum lolos artinya harus mengulang lagi sampai sesuai dengan standar.

Manfaat Dari Produksi Massal

Produksi massal selalu punya fokus dan tujuan yang jelas. Mereka mampu melakukan aktivitas yang sama secara terus menerus dan menghasilkan banyak barang. Dengan kehadirannya banyak pihak merasa diuntungkan dan akhirnya merasakan manfaatnya .

  1. Jumlah Produk yang Dihasilkan Lebih Banyak

Hampir semua kegiatan operasional dalam pabrik atau perusahaan menggunakan mesin. Dengan tingkat kecepatan tinggi tentunya mampu menghasilkan ratusan sampai ribuan produk lebih banyak daripada hanya memakai tenaga manual manusia. Tentu tidak bisa mencapai target harian dari perusahaan.

Dengan adanya penggunaan mesin-mesin tersebut akhirnya mampu memenuhi kebutuhan pesanan dari para konsumen baik dalam maupun luar negeri. Jika kiriman datang tepat waktu tentu mampu menjadi alasan  kepuasan konsumen dan akhirnya datang untuk pesan lagi dalam jumlah lebih banyak.

  1. Tidak Membutuhkan SDM Dalam Jumlah Banyak

Selanjutnya produksi massal yang operasionalnya 50% lebih menggunakan mesin tentu tidak perlu memakai SDM yang terlalu banyak. Dari segi anggaran tentu lebih hemat karena hanya perlu mengeluarkan biaya perawatan mesin saja. Itupun tidak setiap hari, melainkan berkala.

Karena pada dasarnya semua dikerjakan dengan mesin maka sumber daya manusianya hanya ditugaskan pada bagian-bagian tertentu. Misalnya pengawasan, kontrol quality, pengamanan, dan semacamnya. Aspek tersebut tentu tidak bisa menggunakan mesin.

  1. Kesalahan Produksi Lebih Sedikit

Manfaat utama dari produksi secara massal menggunakan mesin tentu berperan besar dalam mengurangi kesalahan produksi. Semua mesin tersebut sudah diprogram untuk beroperasi sesuai dengan standar ketentuan dari perusahaan. Dari pola, pemotongan bahan, dan banyak lagi.

Penentuan jumlah juga tidak akan salah jika produksinya menggunakan mesin. Dengan begitu perusahaan terhindar dari waste besar yang nantinya bisa berdampak pada kerugian anggaran keuangan. Semua material atau bahan bisa dikelola dengan maksimal.

  1. Proses Produksi Berjalan lebih Cepat dan Efisien

Selain itu penggunaan mesin dalam produksi akan membuat pekerjaan lebih cepat dan efisien. Sistem target tidak akan bisa tercapai jika hanya mengandalkan dari tenaga manual sumber daya manusia. Belum lagi mereka juga butuh istirahat, makan, minum, atau sekedar peregangan.

Cepat dan efisien dalam produksi massal tentu menjadi hal yang penting. Dari segi  waktu dan biaya akan memangkas finansial. Namun walaupun pengeluaran untuk SDM tidak banyak, tetap saja ada anggaran untuk perawatan mesin secara berkala agar kinerjanya juga maksimal.

Contoh Produksi Massal

Kegiatan produksi massal sebenarnya ada di lingkungan sekitar. Tidak melulu harus selalu pabrik besar di kota seperti Garmen. Dengan adanya sektor ini memang semakin banyak menyerap tenaga kerja yang sedang membutuhkan pekerjaan.

  • Produk minuman Coca-Cola
  • Produksi massal pabrik keramik atau ubin tegel
  • Produk smartphone baik ios maupun android
  • Produk pakaian
  • Produk peralatan rumah tangga
  • Dekorasi dari keramik
  • Produk alat tulis seperti buku dan pensil
  • Peralatan sekolah seperti tas dan sepatu
  • Produk jam tangan reguler

Beberapa contoh di atas tentu masih sebagian kecil dari produksi massal yang terjadi di sekitar. Seiring berjalannya waktu kegiatan seperti ini juga akan terus bertambah, banyak manfaat serta kekurangan berdampak bagi kehidupan di sekitarnya.

Itulah tadi beberapa ulasan tentang pengertian, manfaat, dan juga contoh produksi massal. Namun, semua itu tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. semoga bermanfaat jangan lupa di share

Related Posts