Binance vs Indodax, Lebih Bagus Mana?

Binance vs Indodax, Lebih Bagus Mana?

Binance vs Indodax memiliki masing-masing keunggulan yang menjadi perbandingan tersendiri bagi trader sebelum memilih. Sebagai platform jual beli kripto, Binance dan Indodak menjadi pilihan favorit trader selain Coinbase Pro, Crypto.com, Kraken, Huobi Global, FTX, Bitstamp, KuCoin, OKEx, Gemini, Pintu, TokoCrypto, Rekeningku, dan masih banyak lagi.

Namun, pada pembahasan kali ini, penulis hanya akan mengulas Binance vs Indodax. Kira-kira, lebih recommended yang mana? Simak terus ya.

1. Fitur Trading yang Tersedia

Perbedaan Binance dan Indodax dapat Anda lihat pada fitur-fiturnya.  Baca ini untuk mengetahui cara trading di Binance secara sekilas dan mengetahui fiturnya langsung.

Yuk, mari lihat satu per satu setiap fitur yang tersedia pada kedua coin exchanger tersebut!

A. Binance

Binance memiliki banyak fitur untuk trading, diantaranya:

·         Limit

Fitur ini memungkinkan trader untuk menjual atau membeli mata uang kripto di harga yang sudah ditentukan sebelumnya.

·         Market

Sementara, fitur market memungkinkan trader untuk menjual atau membeli mata uang kripto sesuai orderbook atau harga pasaran kala itu.

·         Stop limit

Fitur ini memungkinkan Anda untuk menjual atau membeli mata uang kripto selelah harga stop terpicu.

·         OCO (One Cancels the Other)

OCO merupakan gabungan dari fitur limit dan stop limit, sehingga memungkinkan Anda untuk memasang haga limit maupun stop limit. Sesuai namanya, saat salah satu harga sudah tercapai, maka order harga lainnya akan otomatis batal.

·         Penggunaan Margin

Fitur menarik Binance lainnya yaitu penggunaan margin jika memerlukan modal lebih dengan cara meminjam kripto. Jumlah nominal yang bisa Anda pinjam, tergantung seberapa banyak saldo kripto yang ada di akun margin Binance Anda.

Perhatikan bahwa penggunaan margin akan mendapatkan peringatan margin call apabila margin level Anda mencapai 1.3. Saat itu, Anda harus memilih salah satu dari dua pilihan yaitu deposit untuk meningkatkan jaminan kripto atau mengurangi jumlah kripto yang sudah Anda pinjam dengan membayarnya.

Jika margin level terus turun hingga menyentuh 1.1, maka aset kripto Anda akan otomatis terlikuidasi. Dengan kata lain, Binance akan menjualnya secara paksa demi membayar utang Anda.

·         Future trading

Terakhir, fitur future trading atau kontrak trading berjangka untuk mendapatkan keuntungan dalam pergerakan harga kripto. Sesuai namanya, future trading yaitu membeli kontrak masa depan melalui posisi long atau posisi short. Pada fitur ini, Anda juga bisa menggunakan leverage atau pinjaman untuk mendapatkan untung lebih banyak, meski modalnya sedikit. Secara default, leverage future trading adalah 20x dengan maksimal 125x.

B. Indodax

Lain platform, lain juga fitur yang ditawarkannya. Jika Binance menyediakan beragam fitur bagi trader, maka Indodax pun juga demikian, diantaranya:

·         Instan order

Yaitu jual beli mata uang kripto sesuai harga orderbook yang ada

·         Limit order

Fitur jual beli dengan harga yang sudah ditentukan sebelumnya.

·         Stop order

Berlaku untuk beberapa kripto saja seperti BTC, TRX, DOGE, ACT, AOA, BCH, ETH, XRP, XLM, dan WAVES. Mekanismenya, fitur stop ini untuk menentukan harga jual otomatis saat menyentuh titik harga tentu. Stop order juga bisa digunakan untuk membeli otomatis saat mencapai titik harga tentu. Biasanya, fitur ini dipakai mengurangi kerugian saat take profit.

2. Deposit dan Withdraw

Perbedaan Binance vs Indodax selanjutnya terlihat pada bagian deposit dan withdraw.

Binance tidak menerima deposit menggunakan mata uang rupiah melalui e-wallet atau bank lokal, melainkan pembelian USDT atau kripto lain di coin exchanger lain, lalu ditransfer ke wallet akun Binance Anda. Memang, tidak ada minimal deposit untuk deposit mata uang kripto, tapi sesuaikan dengan minimal transaksinya setara $11 USD ya.

Proses penarikan dana (withdraw) di Binance juga terbilang cukup rumit. Pasalnya, uang tidak bisa dikirim ke akun bank secara langsung, melainkan kripto harus diubah dalam bentuk stablecoin seperti USDT, lalu dikirim ke exchaner lain, baru bisa dicairkan. Ingat, ada fee penarikan yang besarnya tergantung kripto yang Anda kirim.

Berbeda dengan Indodax. Di sini, ada banyak metode deposit yang bisa Anda pakai, seperti transfer bank, e-wallet, bahkan alfamart dengan mata uang Rupiah. Minimal top up senilai Rp10.000.

Sedangkan, proses penarikan dana (withdraw) juga tergolong cepat dihari kerja senilai Rp100.000 hingga Rp200.000.000. Biaya penarikan tergantung besarnya dana yang Anda tarik. Bila penarikan kurang dari Rp5 juta, maka biayanya Rp 25 ribu. Namun, jika lebih withdraw lebih dari Rp5 juta, maka biaya transaksinya 0,5% dari total jumlah uangnya.

3. Minimal Transaksi

Perbandingan Binance vs Indodax dari minimal transaksi benar-benar berbeda.

Binance menawarkan minimal transaksi sekitar $11 USD dalam bentuk kripto. Bagi trader dengan budget pas-pasan, tentunya nilai tersebut sangat tidak ramah di kantong. Sementara, Indodax memberikan layanan minimal transaksi minimal Rp10.000. Sangat cocok bagi trader dengan modal minim.

4.Biaya Transaksi

Banyak orang beralih menggunakan Binance, salah satunya karena biaya transaksi yang murah. Ya, biaya transaksi Binance sebesar 0.1% dan untuk instant buy atau sell dengan fitur market sebesar 0.5%.

Sementara, biaya transaksi Indodax untuk market taker, instant, atau stop order yaitu 0.3%. Kemudian, biaya untuk market maker atau limit yaitu 0.0% alias gratis.

5.      Lama Verifikasi

Jika Anda sudah melakukan pendaftaran akun dan verifikasi di kedua platform tersebut, maka akan tahu betul perbedaan Binance vs Indodax dilihat dari lama verifikasinya.

Lama verifikasi Binance bisa dibilang sangat cepat, hanya berlangsung beberapa menit hingga jam saja. Lain halnya dengan Indodax yang melayani proses verifikasi paling cepat 1×24 jam hingga 14×24 jam atau dua minggu lamanya.

Bila Anda ingin segera melakukan transaksi kripto, maka cenderung memilih platform dengan layanan verifikasi yang cepat, bukan?

6.Layanan

Layanan Binance vs Indodax jelas sangat berbeda.

Di Binance, Anda bisa menikmati berbagai layanan selain trading untuk mendapatkan untung, diantaranya:

  • Staking atau saving untuk menambah atau melipatgandakan jumlah kepemilikan kripto.
  • Mengikuti launchpool untuk mendapatkan kripto yang akan rilis di Binance tanpa harus bayar alias gratis.
  • Layanan BNB Vault untuk mendapatkan reward Binance seperti reward saving/staking BNB dan launcpool dengan minimal BNB vault minimum yaitu 0.01 BNB.
  • Staking ETH 2.0
  • Membeli Stock Token

Sementara, Indodax tidak menyediakan layanan lain, kecuali trading. Jadi, trader hanya bisa mendapatkan untung dan kripto melalui trading saja.

Cryptogeek dan Cryptowisser juga menyampaikan perbandingan Binance vs Indodax serupa. Pastinya, setiap trader memiliki pertimbangan sendiri untuk mendaftarkan akun di Binance maupun Indodax. Bagaimana dengan Anda?