Cara Mengatur Keuangan Bersama Pasangan

Baru Menikah? Ini 11 Cara Mengatur Keuangan Bersama Pasangan

Sebagai pasangan yang baru saja menikah, tentu anda akan mendapati banyak sekali perbedaan di dalamnya. Menikah bukan hanya sekedar persoalan siap berkomitmen dan tinggal bersama, melainkan lebih dari itu. Apa yang sering anda perbincangkan ketika bersama dengan pasangan ? Rencana mengenai masa depan ? Namun, pembicaraan mengenai keuangan jangan sampai luput dalam perhatian anda berdua ya.

            Membahas keuangan bersama pasangan di awal-awal pernikahan adalah hal yang bagus. Tidak hanya sekedar perbincangan mengenai pembagian tugas yang sangat kaku, namun lebih mengarah ke diskusi atau perbincangan ringan yang menyenangkan antar pasangan. Dengan membangun komunikasi yang sehat, tentu saja dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman antar pasangan. Sebab, perselisihan kerap kali terjadi karena kurangnya komunikasi mengenai keuangan.

Sebagai pasangan muda yang baru menikah, seringkali masih bingung dalam mengelola keuangan yang benar. Memliki manajemen keuangan yang tepat, wajib dimiliki oleh setiap pasangan yang hidup dalam satu atap. Sebab, dengan adanya manajemen keuangan keluarga yang benar dan tepat, tentu akan memudahkan anda dalam mengatur rencana jangka pendek ataupun panjang. Oleh sebab itu, jadikan pasangan anda sebagai partner dalam mengatur keuangan bersama dengan mengikuti cara berikut ini!

1.Menciptakan Tim Kerja yang Baik

Saat menjalani hubungan dalam pernikahan, tentu akan melibatkan lebih dari satu orang dalam mengatur keuangan. Ibaratkan pasangan anda adalah rekan kerja yang mengatur berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali masalah keuangan. Mengelola keuangan, mengatur anggaran belanja, memperisapkan dana darurat, menyiapkan tabungan atau investasi diperlukan kerja sama yang baik dalam tim. Anda bersama pasangan bisa membagi peran sesuai kemampuan dan jangan sungkan untuk saling mengingatkan jika terjadi kekeliruan.

2.Saling Terbuka dan Percaya

Berbicara masalah keterbukaan dan kejujuran, ini merupakan modal utama dalam menjalankan hubungan pernikahan yang baik. Ya, tentu saja termasuk kejujuran mengenai keuangan. Saat anda menjalin hubungan, maka cobalah menjadi lebih terbuka serta menghargai pendapat pasangan terutama mengenai keuangan. Dengan memiliki visi dan misi yang sama mengenai pengelolaan keuangan, tentu akan mebantu hubungan anda terhindar dari yang namanya konflik. Anda dan pasangan hanya perlu terbuka dan percaya dalam mengatur keuangan.

3.Menerapkan Target Pemasukan dan Pengeluaran Bersama

Jika sebelum menikah anda memprioritaskan kebutuhan individu, maka beda halnya jika anda sudah terikat dalam sebuah pernikahan, dimana prioritas bersama adalah hal yang utama. Anda bersama pasangan tentu memiliki priorotas yang lebih besar mneyangkut kebahagiaan. Nah, untuk mewujudkan hal tersebut, maka anda perlu menerapkan target pemasukan dan pengeluaran bersama. Target yang anda buat ditujukan untuk kepentingan bersama, dengan selalu menjaga komunikasi bahkan jika ada pengeluaran terkecil yang anda lakukan. Sebab, selain mencegah terjadinya kesalahpahaman, impian anda bersama pasangan akan segera terwujud jika lebih terbuka satu sama lain dalam hal keuangan. Anda bisa berdiskusi terkait target pemasukan yang ingin dicapai serta pengeluarannya.

4.Meninjau Kembali Keuangan Bulanan

Mengelola keuangan bersama perlu adanya evaluasi atau peninjauan kembali. Anda bisa meninjau kembali pengeluaran bulanan anda, mengecek tabungan, kartu kredit, cicilan atau tagihan lainnya. Aturlah waktu yang tepat untuk berdiskusi bersama pasangan dan meninjau kembali keuangan bulanan anda. Selain itu anda juga dapat menargetkan rencana untuk berhemat di bulan selanjutnya demi stabilnya keuangan anda.

5.Mengapresiasi Keberhasilan Bersama

Saat anda dan pasangan berhasil mencapai target tertentu dalam pemasukan atau pengeluaran, maka berikanlah apresiasi walaupun dengan cara sederhana. Misalnya, anda bisa merayakannya dengan makan malam romantis di halaman rumah atau di restaurant sederhana, jalan-jalan ke pantai dan hal lainnya. Dengan perayaan kecil ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus agar anda dan pasangan merasa lebih bersemangat lagi untuk mencapai target pemasukan atau pengeluaran di bulan mendatang dan selanjutnya.

6.Mendiskusikan Kebutuhan Prioritas

Saat anda sudah hidup berkeluarga, kebutuhan akan menjadi berlipat ganda lagi jumlahnya. Demikian pula dengan pengeluaran demi memenuhi kebutuhan hidup, akan semakin bertambah dari biasanya. Oleh sebab itu, sangat perlu kiranya anda berdiskusi bersama pasangan mengenai kebutuhan mana yang termasuk dalam priorotas utama. Setelah itu sisihkan sebagian peghasilan anda untuk ditabung dan digunakan untuk keperluan lainnya agar keuangan anda dapat berjalan dengan stabil.

7.Membuat Anggaran Setiap Bulannya

Membuat anggaran keuangan setiap bulannya adalah cara efektif dalam mengatur keuangan bersama pasangan dalam kehiupan berumah tangga. Hal ini tentu saja bertujuan untuk memonitor arus keuangan anda. Anda bisa mencatat anggaran dalam sebuah buku, berapa jumlah pemasukan anda dan pasangan setiap bulan, kemudian buat perincian mengenai uang yang keluar setiap harinya. Anggaran ini bermanfaat untuk melihat apakah ada pengeluaran yang sebaiknya ditekan atau agar bisa melakukan penyesuaian anatara pemasukan dan pengeluaran.

8.Menentukan Bendahara dalam Keluarga

Siapa yang pantas menjadi bendahara dalam keluarga ? Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi bendahara, merupakan keputusan anda berdua. Anda atau pasangan, utamakan individu yang lebih cermat dan teliti dalam menghitung dan mencatat keuangan. Sebab, dengan adanya bendahara dalam keluarga ini sangat berperan penting untuk memonitor setiap pengeluaran, mempermudah arus keuangan, serta membantu anda dalam membuat perencanaan dalam angka pendek dan panjang.

9.Membuat Satu Rekening

Jika anda sudah menetapkan siapa yang pantas menjadi bendahara dalam keluarga, maka hal ini sekaligus menjadi penentu siapa individu yang berhak memegang rekening tabungan dan kartu ATM untuk mengatur kebutuhan rumah tangga. Pada umumnya, dalam hal ini akan lebih dominan oleh pihak istri. Untuk semua pengeluaran kebutuhan keluarga, hendaknya gunakan rekening tabungan yang dibuat bersama.

10.Pembagian Pengeluaran

Untuk mengatur keuangan bersama pasangan, juga penting di dalamnya membahas mengenai pembagian pengeluaran. Misalnya, gaji anda digunakan untuk hal-hal kecil yang sifatnya sekunder, sednagkan gaji pasangan dipakai untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat pokok. Nah, dengan mendiskusikan hal ini sejak awal pernikaha, maka perselisihan di dalam rumah tangga sangat bisa diminimalisir.

11.Menyisihkan untuk Tabungan dan Investasi

Tips atau cara terakhir dalam mengatur keuangan bersama pasangan ialah dengan menyisihkan sebagian penghasilan untuk dialokasikan menjadi tabungan dan investasi. Memang, penyesuaian pengeluaran saat anda baru mulai hidup berumah tangga akan terasa sangat sulit. Terlebih jika gaji anda dan pasangan tergolong pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Untuk itu, anda dan pasangan perlu mulai mendisiplinkan diri untuk menabung dan berinvestasi. Setidaknya, 10 persen dari penghasilan anda atau pasangan dapat ditabung untuk memenuhi kebutuhan darurat jangka pendek dan jangka panjang. Terapkan kebiasaan baik ini dalam kehidupan rumah tangga anda agar bisa bermanfaat dan membuat kondisi finansial anda selalu stabil.

Demikianlah beberapa cara mengatur keuangan bersama pasangan, terlebih bagi anda yang baru saja menikah. Usahakan untuk menjadikan pasangan anda sebagai partner terbaik dalam berdiskusi mengenai keuangan dan atur senyaman mungkin keuangan keluarga anda. Memang awalnya akan terasa sulit, namun demi tercapainya kesejahteraan hidup, bukankah butuh yang namanya perjuangan ? Untuk itu, usahakan mengatur keuangan bersama pasangan sebaik mungkin ya!

Leave a Reply