Kata Siapa Enak? Inilah 10 Alasan Kenapa Anda Jangan Bekerja di Perusahaan Startup (Rintisan)

By | June 21, 2020
Alasan Kenapa Anda Jangan Bekerja di Perusahaan Startup

Alasan Jangan Bekerja di Perusahaan Startup-Anda baru lulus kuliah dan sedang mencari lowongan pekerjaan ? Jangan terburu-buru tergiur dengan bekerja di perusahaan startup atau rintisan yang notabene adalah pekerjaan impian bagi banyak orang. Ya, bekerja di salah satu perusahaan startup mungkin menjadi impian bagi sebagian orang, terlebih bagi mereka yang memiliki minat dan bakat dalam bidang IT. Namun, perlu anda ketahui bahwa bekerja di perusahaan startup tidak semenarik yang anda bayangkan. Mengapa demikian ?

Alasan Jangan Bekerja di Perusahaan Startup

Alasan Kenapa Anda Jangan Bekerja di Perusahaan Startup
alasan jangan bekerja di perusahaan startup

            Sebelum lanjut mengetahui ada apa dibalik perusahaan startup, apakah anda sudah paham betul apa yang dimaksud dengan startup ? Sebuah perusahaan yang berdiri adalah termasuk perusahaan besar, dan awal mula berkembangnya tentu melalui fase penelitian dan pengembangan dalam rangka memperoleh pasar yang tepat. Nah, fase inilah yang diartikan dengan tahap startup atau rintisan, yakni merujuk pada perusahaan yang baru didirikan.

            Perusahaan seperti Apple, Facebook, dan lainnya tentu sudah melalui fase startup terlebih dahulu sebelum mereka berhasil dan menjadi perusahaan raksasa masa kini. Fase startup memang bisa disebut sebagai fase yang kurang menyenangkan, sebab keberhasilan belum diketahui secara pasti akan diperoleh atau tidak. Nah, inilah mengapa beberapa generasi milenial saat ini enggan untuk merintis karier di bidang startup. Lantas, apa saja yang melatarbelakangi bekerja di perusahaan starup ini kurang menyenangkan ? Bekerja di perusahaan startup harus memiliki kesabaran yang penuh, karena nyatanya ada beberapa sisi buruk yang didapat jika anda bekerja di perusahaan startup. Yuk simak uraian berikut ini yang telah kami rangkum tentang apa saja alasan jangan bekerja di perusahaan startup!

1.Beban Kerja Tinggi

Tahukah anda bahwa perusahaan startup tidak merekrut banyak karyawan ? Hal ini bukan tanpa alasan, sebab dengan sedikitnya karyawan, perusahaan akan lebih menghemat biaya dalam menggaji karyawannya. Tentu saja dengan karyawan yang terbatas, perusahaan membuat karyawan yang ada dipekerjakan seoptimal mungkin. Dengan demikian, secara tidak langsung beban kerja karyawan menjadi tinggi. Namun beban kerja yang tinggi tidak sebanding dengan gaji yang diterima. Bukankah hal ini tidak pantas ?

2.Gaji Rendah

Jika anda mengharapkan gaji tinggi, maka jangan bekerja di perusahaan startup. Sebab, perusahaan startup biasanya belum bisa menghasilkan profit yang tinggi, melainkan banyak membutuhkan biaya untuk berbagai penelitian dan promosi. Dengan demikian, sangat wajar jika perusahaan menggaji karyawannya dengan gaji yang rendah. Pada umumnya, perusahaan startup lebih memilih karyawan yang memiliki kualifikasi serta pengalaman kerja yang tidak tinggi sesuai budget gaji yang bisa diberikan oleh perusahaan.

3.Memiliki Potensi Konflik Lebih Besar

Alasan berikutnya yang menjadikan perusahaan startup kurang layak untuk dijadikan tempat merintis karir ialah karena berpeluang memiliki potensi konflik yang lebih besar. Karena karyawan yang terbatas, beban kerja tinggi serta gaji yang rendah rupanya dapat menimbulkan potensi gesekan atau konflik yang lebih besar. Dengan sedikitnya karyawan, secara tidak langsung akan membuat intensitas interaksi meningkat, yang mana mampu menambah potensi konflik.

4.Struktur Organisasi Belum Rapi

Perusahaan startup masih belum memiliki struktur organisasi yang rapi. Padahal, kekuatan sebuah perusahaan tidak hanya muncul dari faktor eksternal saja, namun juga diiringi dengan kekuatan internal seperti adanya organisasi yang terstruktur rapi. Dengan adanya struktur organisasi yang rapi, sudah barang tentu diketahui alur otoritas dan deskripsi job yang perlu diemban. Namun tidak demikian dengan perusahaan startup yang umumnya belum memiliki struktur organisasi yang rapi, yang mana semua keputusan dalam perusahaan ada di tangan owner. Dengan struktur organisasi yang belum rapi secara otomatis akan membuat kerincuhan dalam organisasi tersebut.

5.Administrasi Belum Rapi

Perusahaan startup cenderung belum memiliki administrasi yang rapi, namun massive jika melakukan promosi keluar. Inilah sebabnya mengapa perusahaan startup seringkali memberikan pelayanan yang kurang baik kepada pelanggan. Administrasi di perusahaan ini masih sering jalan ditempat, menggunakan sistem manual tanpa terhubung ke internet. Dengan begitu, tentu akan memunculkan permasalahan dalam hal administrasi karena akan membutuhkan waktu yang lebih lama daripada yang menggunakan sistem internet atau web.

6.Kondisi Karier yang Belum Aman

Perusahaan startup didesain untuk cepat berkembang dan tumbuh besar dengan proses yang begitu cepat. Walaupun demikian, perlu anda ketahui bahwa perusahaan startup bisa juga mengalami kegagalan dalam waktu yang sangat cepat. Karena jumlah valuasi yang besar tidak menjamin perusahaan startup dapat bertahan lama, baik itu perusahaan startup kecil ataupun besar.

7.Tidak Semua Startup Menggaji Tinggi

Mungkin sebagian pelamar kerja di perusahaan startup tergiur meniti karir di perusahaan tersebut karena terbiasa mendengar bahwa gaji yang didapat lumayan besar. Walaupun hal ini tidak salah, namun perlu anda ketahui bahwa tidak semua perusahaan startup mampu memberi karyawannya gaji yang besar. Sebab, hanya perusahaan startup yang mempunyai dana yang besar sajalah yang mampu memberikan para karyawannya gaji yang besar. Bahkan gaji yang tinggi tersebut biasanya hanya didapat oleh karyawan yang memiliki posisi strategis dalam kelangsungan bisnis tersebut. Dan sebagian perusahaan startup lainnya akan menghemat anggaran dengan semaksimal mungkin, yakni dengan cara memberikan gaji secukupnya kepada para karyawan. Inilah alasan mengapa anda harus berpikir secara matang jika berkeinginan bekerja di perusahaan startup.

8.Arah Perusahaan Berubah-Ubah  

Sebuah perusahaan konvensional besar sudah tentu memiliki sebuah aturan mengenai produk hingga target market yang jelas. Namun tidak demikian dengan perusahaan startup, didalamnya anda tidak akan melihat aturan yang jelas mengenai hal tersebut. Perusahaan rintisan yang biasanya berumur kurang dari 5 tahun, seiring berjalannya wkatu akan cenderung mengubah-ubah arah perusahaan. Hal ini akan terus terjadi ingga pada akhirnya perusahaan tersebut bisa menemukan arah yang tepat bagi perusahaan mereka.

9.Bekerja di Luar Tugas

Mengerjakan pekerjaan di luar tugas anda sudah tentu adalah hal yang menjengkelkan, terlebih jika anda tidak mendapatkan bonus akan hal tersebut. Dan hal ini bisa anda dapatkan jika bekerja di perusahaan startup, yang mana anda akan melakukan banyak pekerjaan yang tidak anda duga sebelumnya. Tentu berbeda dengan perusahaan konvensional, yang didalamnya sudah menyediakan deskripsi yang jelas mengenai tugas dan pekerjaan anda. Jadi, jika anda tetap memutuskan untuk bekerja di perusahaan rintisan, jangan heran jika anda dipekerjakan yang tidak sesuai dengan porsinya.

10.Jam Kerja Lebih Panjang

Di perusahaan startup, anda akan menjumpai jam keja yang tidak menentu. Anda bisa dengan bebas datang kapan saja dan bebas pulang kerja kapan saja, dengan syarat pekerjaan anda sudah selesai. Namun nyatanya, karyawan yang bekerja d startup cenderung lebih sering pulang lebih lama. Hal ini dikarenakan ada pekerjaan yang belum terselesaikan, sehingga jam kerja menjadi lebih panjang. Walaupun termasuk jam lembur, namun anda tidak akan mendapatkan bonus uang lembur. Menyedihkan sekali bukan ?

            Itulah dia ulasan mengenai beberapa alasan jangan bekerja di perusahaan startup atau rintisan. Walaupun setiap perusahaan startup dan konvensional memiliki sisi kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun anda perlu memikirkan dengan matang jika memilih merintis karir di perusahaan startup. Akhir kata, semoga artikel ini bermanfaat ya!