8 Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

8 Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Sudah tahu belum apa saja perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif? Benarkah perbedaannya hanya sebatas kata dan angka? Nah, untuk tahu lebih banyak tentang perbedaan kedua metode penelitian itu, Anda dapat menyimak pembahasan artikel berikut ini.

Sebagian orang masih sering menganggap penelitian kualitatif dan kuantitatif hanya dibedakan oleh bentuk penyajian data. Namun ternyata, masih ada banyak perbedaan mendasar di antara kedua metode penelitian itu.

Seperti yang sudah banyak Anda temui, penelitian kualitatif cenderung lebih menekankan pada aspek pemahaman lebih mendalam jika dibandingkan penelitian kuantitatif. Selain itu, penelitian kualitatif juga bersifat deskriptif.

Sementara itu, bagi Anda yang senang dengan angka dan ingin mengetahui fenomena dari permukaannya saja, penelitian kuantitatif adalah pilihan yang tepat. Dengan metode penelitian ini, Anda akan mendapatkan suatu hasil yang bersifat umum dan berkaitan dengan angka-angka.

Ketahui 8 Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif!

Hingga saat ini, penelitian kualitatif dan kuantitatif sering digunakan oleh para ahli maupun para akademisi, termasuk mahasiswa di berbagai jenjang dalam menyusun tugas akhir. Oleh karenanya, siapa saja, termasuk Anda wajib mengetahui perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitaif. Berikut kami jelaskan selengkapnya untuk Anda.

1. Teknik Pengumpulan Data

Pada proses pengumpulan data penelitian, penelitian kualitatif dan kuantitatif ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Penelitian kuantitatif cenderung melakukan pengumpulan data dengan menggunakan instrumen penelitian berupa tes atau kuesioner.

Setelah data terkumpul maka data-data tersebut akan dikonversikan ke dalam beberapa kategori atau kriteria yang sudah dibuat. Teknik pengumpulan data yang tepat akan memengaruhi kualitas metode penelitian ini. Semakin banyak sampel penelitian maka semakin berkualitas pula data yang dihasilkan.

Adapun penelitian kualitatiF lebih berfokus pada hal-hal abstrak yang harus dipahami secara lebih mendalam. Pada penelitian ini, peneliti harus benar-benar ahli mengorek data sedalam dan sedetail-detailnya.

Jadi, berbeda dengan teknik pengumpulan data pada penelitian kuantitatif, pada penelitian ini kedalaman peneliti dalam menggali informasi dari sampel yang dipilih yakan menentukan kualitas data hasil penelitian itu sendiri.

2. Cara Melihat Fakta

Fakta merupakan hal yang penting untuk mendukung hasil yang kredibel dalam penelitian. Di dalam penelitian kuantitatif, fakta berada pada objek penelitian yang ada. Sebagai peneliti, Anda tidak dapat memihak dan harus bersikap netral. Segala hal yang ditemukan di lapangan adalah fakta. Adapun penelitian ini bermula dari teori menuju data.

Sedangkan penelitian kualitatif, fakta dipengaruhi oleh cara peneliti dalam menginterpretasikan data. Peneliti tidak dapat begitu saja menyajikan data dikarenakan terdapat hal-hal yang harus dijelaskan secara deskriptif dan tidak hanya dalam bentuk angka sebagaimana penelitian kuantitatif.

Penelitian kualitatif bermula dari data yang telah dikumpulkan dari lapangan, yang selanjutnya dijelaskan dengan teori-teori yang relevan. Penelitian ini juga bertujuan untuk menghasilkan teori baru yang menguatkan teori yang sudah ada.

3. Analisis Data

Perbedaan selanjutnya terletak pada teknik analisis data yang dilakukan. Untuk data kuantitatif, analasis data dilakukan sebagai upaya menjawab rumusan hipotesis.

Dari data berisikan angka-angka yang telah Anda peroleh selanjutnya dapat dianalisis menggunakan analisis statistik yang akan diperoleh dari hasil mutlak dengan kesimpulan menerima hipotesis atau menolak hipotesis. Adapun instrumen penelitian berfungsi sebagai alat mengumpulkan data.

Berbeda dengan penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif tidak berdasarkan pada hipotesis, namun berdasarkan rumusan permasalahan. Oleh sebab itu, interpretasi data yang dilakukan peneliti sangat berpengaruh pada hasil akhir penelitian. Peneliti merupakan instrumen penelitian utama yang dapat menentukan arah penelitian yang dilakukannya.

4. Representasi Data

Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif juga dapat dilihat dari representasi data. Representasi data yang ada pada penelitian kualitatif secara umum berupa interpretasi penelitian terhadap suatu fenomena.

Laporan penelitian kualitatif akan lebih banyak menyajikan paparan data dalam bentuk deskripsi. Keabsahan penelitian ini juga bergantung pada triangulasi. Hal itu mengharuskan penelitian dikonfirmasi dengan hasil penelitian sebelumnya dan juga pandangan dari para ahli.

Sedangkan pada penelitian kuantitatif, representasi data disajikan dalam bentuk hasil penghitungan yang matematis. Hasil penghitungan merupakan bagian dari fakta yang dapat dipercaya dan sudah terkonfimasi.  Keaslian data dan juga keabsahan hasil penelitian dinilai dari validitas dan reliabilitas instrumen penelitian yang digunakan.

5. Implikasi Hasil Penelitian

Implikasi merupakan dampak langsung dari temuan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif tentunya memiliki implikasi penelitian yang berbeda dengan karakteristiknya masing-masing.

Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Berdasarkan karakteristik penelitian kualitatif yang lebih fokus pada suatu fenomena secara mendalam, hasil penelitian relatif mempunyai implikasi yang sangat terbatas. Implikasi ini terbatas pada fenomena tertentu yang lebih spesifik dan khusus. Pada praktiknya, Anda akan lebih kesulitan untuk membuat generalisasi dalam setting berbeda dengan  metode penelitian ini.

Pada penelitian kuantitatif, hasil penelitian terdeskripsikan berupa fakta atau teori yang berlaku secara umum. Hasil penelitian atau kesimpulan temuan penelitian ini dapat digunakan kapan pun dan dimana pun fakta itu berlaku, tidak seperti penelitian kualitatif. Sebab, tidak hanya melihat satu fenomena, hasil penelitian dengan metode penelitian kuantitatif juga memiliki implikasi yang lebih luas.

6. Subjek Penelitian

Pemberian istilah pada subjek penelitian kualitatif maupun kuantitatif juga berbeda. Anda dapat menggunakan istilah narasumber untuk subjek penelitian kualitatif. Sedangkan untuk penelitian kuantitatif, subjek penelitian sering disebut dengan responden.

Perbedaan istilah tersebut tentu bukan tanpa alasan. Tidak saja untuk memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian namun juga berkaitan dengan sumber data dan instrumen yang digunakan pada setiap metode penelitian.

Untuk diketahui, responden adalah orang yang dianggap mampu untuk menjawab sejumlah pertanyaan terkait penelitian yang dilakukan, seperti yang tertuang pada instrumen kuesioner atau angket.  Sedangkan narasumber meruupakan pihak pemberi informasi yang valid, yang memiliki pengetahuan terkait apa yang diteliti, sehingga menjadi sumber informasi yang baik.

7. Desain Penelitian

Desain penelitian kualitatif memiliki lebih bersifat umum, fleksibel dan dinamis. Penelitian kualitatif tidak terikat hanya pada satu masalah. Penelitian ini dapat berkembang selama proses penelitian berlangsung sesuai dengan temuan di lapangan.

Sementara itu, desain penelitian kuantitatif bersifat khusus, statis dan terperinci. Alur penelitian kuantitatif telah direncanakan sejak awal dan tidak dapat diubah-ubah. Jadi, peneliti melakukan proses penelitian berdasarkan desain yang telah dirancang.

8. Metode Penelitian yang Digunakan

Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif yang dapat berikutnya dapat dilihat dari bentuk metode yang digunakan. Penelitian kualitatif memiliki ragam metode penelitian seperti studi kasus, historis, etnografi, grounded teori dan fenomenologi. Adapun penelitian kuantitatif memiliki ragam metode penelitian seperti eksperimen, analisis jalur, expost facto, korelasi, regresi.

Itulah delapan perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif yang perlu Anda ketahui. Cukup banyak bukan perbedaan kedua metode penelitian tersebut! Jangan lagi cuma tahu perbedaan soal angka dan katanya saja.

Sebaiknya Anda memahami perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif sebagaimana dijelaskan di atas agar tidak lagi gagal paham dengan masing-masing bentuk penelitian tersebut. Dengan begitu, Anda bisa menjadi peneliti yang baik.